Pergaulan Bebas

Standar

Pergaulan Bebas – Artikel ini akan membahas tentang Pergaulan Bebas. Seperti yang penulis temukan di internet tentang arti pergaulan bebas, dimana penulis juga merasa sepakat dengan pengertian tersebut, dimana pergaulan bebas disebut adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, melewati batas-batas norma ketimuran yang ada.
Menelisik dari pengertian pergaulan bebas diatas tersebut, maka berbagai hal prilaku masyarakat yang dapat digolongkan sering melakukan tindakan-tindakan seperti itu, mungkin sering pula kita lihat dalam pemberitaan media massa.

Seperti baru-baru ini ada pemberitaan media televisi tentang akibat pergaulan bebas, dimana pada pemberitaan itu disebutkan bahwa telah terjadi kehebohan di SMA Negeri 12 Surabaya, Jawa Timur pada bulan Juli lalu.

Kehebohan itu sendiri terjadi karena disekolah tersebut ditemukan sesosok jasad bayi laki-laki yang telah membusuk dan dibungkus didalam sebuah kardus.

Dari hasil identifikasi, penyebab awal kematian bayi diduga karena dibunuh. Hal itu terlihat karena pada leher bayi malang itu ditemukan bekas jeratan kabel.

Setelah memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti, aparat Polrestabes Surabaya menangkap sebut Bunga. Siswi SMA 12 tersebut diduga membunuh bayinya sendiri. “Dia mengakui tanpa ada kesulitan bagi kami,” tutur Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Anom Wibowo.

Bunga lantas ditetapkan sebagai tersangka kasus ini. Untuk mengembangkan penyelidikan, polisi menggeledah seluruh isi rumah Bunga di kawasan Manukan Lor guna mencari barang bukti tambahan. Tindakan polisi ini membuat kaget Jumaiyah, ibu Bunga. Dia pun histeris melihat kedatangan polisi. Jumaiyah tidak menyangka putrinya sebagai pelaku pembunuhan.

Gambaran pemberitaan media massa diatas mungkin adalah hanya secuil dampak dari pergaulan bebas yang dewasa ini semakin tidak terbendung lagi.

Hal lain yang merujuk Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya daya tubuh pada usia remaja. Dari data ini juga bisa ditarik garis benang merah, bahwa mungkin salah satu faktor penyebab tingginya jumlah penderita HIV/AIDS pada remaja adalah karena faktor pergaulan bebas.

Apa sebenarnya faktor membuat orang untuk melakukan pergaulan bebas itu sendiri? Menurut Dr.Soares: Pergaulan bebas adalah salah satu kebutuhan hidup dari makhluk manusia sebab manusia adalah makhluk sosial yang dalam kesehariannya membutuhkan orang lain, dan hubungan antar manusia dibina melalui suatu pergaulan (interpersonal relationship).

Bahkan Soares juga menyatakan pendapatnya tentang pergaulan bahwa itu merupakan HAM setiap individu dan itu harus dibebaskan, sehingga setiap manusia tidak tidak boleh dibatasi dalam pergaulan, apalagi dengan melakukan diskrriminasi, sebab hal itu melanggar HAM. Jadi pergaulan antar manusia harusnya bebas, tetapi tetap mematuhi norma hukum, norma agama, norma budaya, serta norma bermsayarakat. Jadi, kalau secara medis kalau pergaulan bebas namun teratur atau terbatasi aturan-aturan dan norma-norma hidup manusia tentunya tidak akan menimbulkan ekses-ekses seperti saat ini.

Sumber: http://karodalnet.blogspot.com/2010/10/pergaulan-bebas.html

ANALISIS ARTIKEL

Sejalan dengan pendapat yang tertulis dalam artikel tersebut diatas bahwa pergaulan bebas merupakan suatu bentuk perilaku atau pergaulan yang menyimpang, keluar dari batas-batas norma atau hukum yang berlaku di tengah masyarakat. Pergaulan bebas memberikan dampak negatif dan sangat membahayakan bagi orang-orang yang terlibat didalamnya.

Pergaulan bebas memang sangat mendapat perhatian pada saat sekarang ini. Banyak media masa ataupun media elektronik yang mengabarkan berita tentang dampak atau bahaya dari pergaulan bebas tersebut. Seperti halnya kasus yang terjadi pada Bunga. Sebagai akibat dari pergaulan bebas ini bunga tega melakukan pembunuhan terhadap bayinya sendiri. Bukankah sangat disayangkan sekali?? Kemudian dengan pergaulan bebas ini seseorang dapat terjerumus kedalam dunia prostitusi, narkoba, terjangkit HIV/AIDS, mabuk-mabukakan, perjudian, dan berbagai bentuk kejahatan lainnya. Hal tersebut tentunya sangat meresahkan para orangtua dan masyarakat. Lalu bagaimanakah cara terbaik utuk melindungi anak bangsa dari pergaulan bebas tersebut?

Pemahaman agama yang mendalam hendaknya diajarkan pada anak sejak usia dini. Kemudian para orangtua harus terus memperhatikan perkembangan anaknya sampai ia beranjak dewasa. Perhatian yang diberikan hendak sesuai dengan kadarnya, dalam artian tidak terlalu protektif ataupun terlalu memeberi kebebasan terhadap anak.. Anak yang sejak kecil telah diberi pemahaman tentang agama akan tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan bertawa kepada Allah SWT, sehingga ia tahu akan batas-batas pergaulan yang telah  ditetapkan oleh syari’at.

Pada hakikatnya, manusia merupakan makhluk sosial, yang hidup dengan berinteraksi dan membutuhkan bantuan dari orang lain. Namun bukan berarti mereka bebas melakukan kehendak mereka seenaknya dengan bebas bergaul dengan siapa saja dan dalam sikon apa saja. Dalam hal ini pendapat Dr. Soares yang menjadikan istilah “makhluk sosial” sebagai alasan untuk mengatakan bahwa pergaulan bebas adalah salah satu kebutuhan hidup, sangat tidak bisa diterima. manusia, terlepas dari esensinya sebagai makhluk sosial, juga merupakan makhluk beragama yang memiliki Tuhan sebagai pengatur dan penggerak. Manusia boleh bebas dalam bergaul asalkan tetap berada dalam koridor/batas-batas tertentu. Setiap manusia harus dibebaskan dalam pergaulan dalam artian tidak keluar dari jalur yang telah ditetapkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s